. Hannya Buku Harian Ku
KPMRM SUM-SEL. Diberdayakan oleh Blogger.

Album NEWs SALEEM IKLIM Menyayangi Mu SEPTEMBER 2011

Saleem bersyukur masih ada peminat setia menunggu album terbaru
 
ANDAINYA artis seangkatan dengannya lebih gemar menghasilkan single, Saleem pula lebih memfokuskan kepada penghasilan album sehinggakan saban tahun ada saja album baru yang dihadiahkan olehnya untuk peminat.Selepas tiga album solonya sebelum ini, Trilogik Cinta (2008), Demi Cinta (2009) dan Dunia Etnik (2010), Saleem tampil dengan album terbaru berjudul Menyayangi Mu, yang akan berada di pasaran pertengahan September ini.Baginya, usia bukanlah penghalang untuk menghasilkan produk terbaru buat peminat, malah berbekalkan kecekalan dan kudrat yang ada, Saleem menempuh segala dugaan dengan tabah demi meneruskan kerjaya seni agar tidak dilupakan.

Sudah berusia separuh abad, Saleem tidak gentar dengan cabaran dalam industri muzik hari ini, walaupun terpaksa bersaing dengan barisan penyanyi yang jauh lebih muda kerana baginya, masih ada peminat yang menyanjungi muziknya.

Bertitik tolak dari situ, Saleem enggan menoleh ke belakang mahupun mengimbau kisah hitam hidupnya yang dianggap luka, tetapi lebih terarah untuk kembali aktif dalam bidang seni suara tanah air.

“Sudah banyak kesilapan yang dilakukan sebelum ini dan saya tak mahu ingat lagi semua itu kerana hidup saya kini lebih bahagia.
“Buat apa nak ingat lagi kisah yang sudah lalu? Fokus saya kini nak aktif kembali dalam nyanyian dan saya tahu ramai peminat di luar sana yang menantikan album baru daripada saya,” katanya.

Album terkininya itu memuatkan 10 lagu termasuk lagu Tak Ku Sangka Tak Ku Duga, Guane Gamok Orang Kite, Menyayangi Mu, Cintaku Sampai Ke Syurga dan Ampunkanlah Jiwa. Lebih menarik, lagu Tak Ku Sangka Tak Ku Duga hasil ciptaan rakyat Singapura itu diambil daripada laman YouTube seperti lagunya sebelum ini, Trilogik Cinta dan Tinggal Kenangan.

“Perbezaan antara album ini dengan album sebelum ini adalah dari segi lagu, kerana semua lagu yang dimuatkan di dalam album ini ialah lagu baru.

“Lagu Tak Ku Sangka Tak Ku Duga kita ambil sebab tak ada artis yang mendakwa lagu itu lagu mereka, jadi kita muatkan dalam album ini,” jelasnya.

Saleem bersyukur walaupun usianya sudah menjangkau ke usia emas, namun masih ada peminat yang setia menantikan kemunculan buah tangan terbaru daripadanya.

Malah, sehingga kini permintaan untuknya mengadakan persembahan masih diterima dan karier seni vokalis ini masih rancak berjalan seperti pada usia mudanya.

“Alhamdulillah, sepanjang masa saya dapat undangan, tetapi untuk bulan puasa ini saya duduk rumah saja sebab lebih gemar habiskan masa bersama keluarga.

“Sebelum ini saya banyak buat persembahan di Terengganu dan Kelantan. Sepanjang berada di bawah pengurusan baru, jadual kerja saya lebih terurus dan saya sendiri menjadi lebih sibuk,” katanya.

Melantik isteri sendiri, Juliana Bachok, 45, sebagai pengurus peribadi nyata memudahkan tugas Saleem. Kini, segala pengurusan diri sehingga ke persembahan di uruskan wanita terbabit.


Terkilan tak dapat jumpa anak
 
KEHIDUPANNYA kini, kata Saleem, lebih bahagia dan bermakna, malah lebih teratur dan jauh lebih baik daripada dulu.

Bahkan, sejak Juliana menguruskan segala keperluan dan jadual kerjanya, Saleem berasakan hidupnya sekarang penuh dengan pelbagai aktiviti. Namun ia tidak menjadi halangan untuknya melakukan aktiviti riadah.

“Kalau ada masa di rumah, saya akan bersenam seperti berbasikal demi menjaga stamina. Maklumlah, semakin usia meningkat, semakin kurang stamina, jadi kita kena bersenam sentiasa.

“Dulu saya tak pernah bersenam, stamina pun kurang, jadi waktu buat show pun semput. Tetapi sejak berbasikal di rumah, saya semakin aktif dan tak ada masalah kesihatan sangat,” katanya.

Walaupun memiliki kehidupan baru bersama isteri dan anak, Amirul Mukminin, 7 tahun, namun nyata terdetik di hati Saleem untuk bertemu juga dengan lima lagi anaknya ketika bersama isterinya sebelum ini.

Lebih terkilan, anak-anaknya itu tidak dibenarkan bertemu dengan ayahnya setelah pasangan itu berpisah, malah Saleem turut dikatakan tidak diundang ke majlis perkahwinan anak sulungnya yang berusia 24 tahun.

Bagi Saleem, apa yang dilakukan bekas isterinya itu mungkin satu hukuman kepadanya, namun hati mana yang tidak dirundung duka tatkala diperlakukan sebegitu.

Begitupun, Saleem tabah dengan suratan takdir dan berharap akan dipertemukan juga dengan anak-anaknya suatu hari nanti.

“Tapi saya dengan anak-anak masih berhubungan walaupun bekas isteri buat macam itu. Anak-anak di Kelantan, dan alhamdulillah saya sudah mempunyai cucu.

“Saya malas nak besarkan isu ini... Biarlah, asalkan mereka (anak-anak) masih ingat pada saya. Apa yang dia nak lakukan pada saya, itu hak dia, tapi yang saya terasa sangat sampai emak saya sendiri tak dibenarkan berjumpa dengan anak-anak saya,” katanya yang turut menyimpan impian beraya bersama anak-anaknya suatu masa nanti.

Ketika ini, kerinduan itu diubati terlebih dulu dengan beraya bersama anak bongsu di Pontian, Johor, pada Aidilfitri ini. Dia juga akan pulang beraya di kampung halamannya, Terengganu.


DOC. SUMBER: http://www.bharian.com.my/bharian/articles/Enggankenangkisahlalu/Article/index_html

Read more »»Album NEWs SALEEM IKLIM Menyayangi Mu SEPTEMBER 2011"
  • Facebook
  • Google
  • Sang Petani Impian

    Senang rasanya membayangkan hal-hal yang luar biasa yang bisa kita raih suatu hari nanti.
    Ada banyak hal yang sepertinya yang ingin kita lakukan untuk diri kita sendiri, keluarga maupun masyarakat sekitar kita.
    Dengan impian manusia, begitulah katanya dunia ini terus bertahan.
    Lihat saja orang yang hidupnya dipenuhi impian-impian tentang hari esok yang lebih baik...
    Hidupnya penuh semangat dan antusias... Dia tidak hanya sekedar bermimpi, tapi benar-benar membangun taman impiannya itu mulai dari mempersiapkan dirinya agar menjadi "Petani Impian" yang lebih baik, mempelajari lahan tempat taman impiannya akan dibangun, dia haus akan pengetahuan bagaimana cara membangun taman impiannya..

    Untuk menjadi Petani Impian yang lebih baik, dia mulai dari dirinya, dia belajar Ilmu Diri, dia coba kenali dirinya, apa potensinya.. sampai akhirnya dia tahu di persimpangan mana ia sudah saat ini berada.. kemana dia harus melangkah lebih dulu.. bahkan sekarang dia tahu, ternyata banyak sekali pola pikir, sikap hidup, pergaulannya yang menghambat dia mencapai impiannya...

    Banyak hal yang dilakukan dalam hidupnya yang manfaat dari kegiatan tersebut, kesenangannya, hanya untuk hari itu saja...

    Sekarang dia telah siap untuk membangun impiannya... taman impiannya sendiri...
    Bukan taman impian yang telah disiapkan oleh orangtuanya, juga bukan taman impian paman dan bibi nya...

    Dia ingat sekarang.. beberapa teman yang dia ikuti gaya hidup enak dan santainya ternyata sudah ada jatah taman impian dari famili-familinya...
    Sudah saatnya untuk menguji semua pengetahuan yang dimilikinya tentang Menabur Benih Impian dan kemudian menuainya...
    Lahan sekarang sudah di depan mata.. semua peralatan sudah disiapkan dan dia sudah mempelajari bagaimana menggunakan alat-alat tersebut.. dia juga yakin.. dengan semakin sering dia gunakan alat-alat ini.. dia pasti akan semakin mahir.. bahkan kalau perlu mengembangkan alat bertani sendiri...
    Urutan suskes-sukses kecil sudah terbayang di matanya... fokusnya jelas.. termasuk apa yang harus dikerjakan dan efek atas setiap pekerjaan tersebut...

    Oh ya, dia juga pernah mendengar beberapa Petani Impian lain yang gagal.. namun dia juga pernah mendengar tentang Petani-petani Impian yang telah berhasil membangun Taman Impian mereka...

    Dia mengerti membangun taman ada resiko perubahan musim, hama dan lain-lain.. namun dengan pasrah berpangku tangan... lebih beresiko lagi...
    Tapi dia tidak akan pernah tahu apakah dia akan berhasil membangun Taman Impiannya atau tidak sampai dia benar-benra bertindak membangunnya... karena dia juga mengerti.. kebanyakan ketakutan hanya ada dalam pikiran..

    Dia sangat menghormati para Petani Impian yang masih terus berjuang membangun Taman Impiannya.. tapi tidak kepada Petani Impian yang telah menyerah dan sekarang membuat barisan dipinggir ladang sambil bersorak-sorak bahwa Taman Impian tidak mungkin dibangun...
    Dari Petani Impian mereka berubah menjadi Pencuri Impian...
    Cobalah sebutkan mimpi-mimpi anda pada teman anda, anda akan segera tahu; dia seorang Petani Impian atau Pencuri Impian...?
    Berapa kali mimpi anda telah dicuri orang?

    Lebih buruk lagi, ada orang yang mensabotase impiannya sendiri.. MasyAllah, segala sesuatu hannya Tuhan yang tahu.


    Trims kpd bpk, Adkhani Ridwan, ST admin supernova4body.com (w.elang ; bulumas16) atas cerita motivasi nya, Semoga dari cerita ini dapat menambah diri lebih semangat untuk Menebus Impian kita masing-masing, special nya buat teman2 yang mencintai dunia bisnis, Salam sukses selalu untuk semua...

    Read more »»Sang Petani Impian"
  • Facebook
  • Google

    Arsip Blog

      Followers


    Recent Comments


    Hannya Buku Harian Ku